Aug 15, 2012

Long Time No See, My Blog Part 2

Soo, melanjutkan kisah kasih lika liku kehidupan gue yang sebelumnya (ada di Part 1), ini adalah masa2 perubahan diri gue dan hidup gue. Too much to shared dan bakal berlanjut sampe Part 3 atau 4 kayaknya kalo gue cerita sampe detail. So, whatever you read, here in my blog, don't judge me. Because you never walk in my shoes. And you never really know about me. So let's skip this and I will start to write.

Seperti yang gue ceritakan di Part 1, bokapnya Ano Hito sakit keras. Tapi apapun itu, perasaan gue yang mengganjal akan gue press. He needs me. Itu aja yang perlu ada di pikiran gue. Dan datanglah gue menemani dia di rumah sakit sambil menjaga bokapnya.

Dia emang bukan bokap gue, tapi gue punya respek yang besar buat beliau. sama kayak perasaan gue yang suka sama nyokapnya Ano Hito karena dia cantik. apapun alasannya, she's pretty!
kalo Ano Hito kepikiran beliau dan jadi sedih, gue juga sedih. banget.
bosen yah liat gue ngalor-ngidul hahaha..let's skip this.

Suatu hari, Sensei gue (yang notabene adalah nenek Ano Hito) datang untuk menjenguk beliau. Sebut saja Sensei E, tadinya dia gak nyadar gue udah senyam senyum depan dia, pengen salam "konbanwa". tapi abis melengos dia akhirnya sadar juga dan mulai nanyain gue macem2.. mulai dari kegiatan sampe kuliah dimana gue sekarang. terjebak dan si Ano Hito lagi nemenin beliau, gue terpaksa ngobrol berdua. kirain bakal cuman ngobrol2 biasa...ternyata malah memutarbalikkan hidup gue.

Muncul lah pertanyaan semacam: apakah gue masih berhubungan sama Ano Hito, karena dia pikir gue udah enggak sama dia lagi setelah dia ke USA.
Bingung. Bimbang. mulai mengarahlah pembicaraan ini ke arah yang paling gue takutkan... Agama.

Sensei E bilang bukan karena dia nenek Ano Hito makanya dia ngomong begini. Tapi karena gue cewek, dan biasanya cewek itu bakal rugi. Dan mengingat perbedaan agama yang ada bikin gue berasa nusuk banget semua perkataan Sensei E. gue diem. senyum2 bilang iya..padahal gue dah mau nangis banget.

Udah merasa tersiksa, cobaan gue di bulan puasa (biarpun gak ikutan puasa) belum berakhir. Sensei D, yang juga neneknya Ano Hito dateng. makin deg2an. makin takut.
Gak lama Ano Hito dateng. gue kira bisa teriak "I'm FREEEE!!", tapi ternyata enggak. dia malah duduk di depan gue dan ikutan kita ngobrolin agama. makin mau nangis gue.

Untung akhirnya Tuhan kasian juga kali yah sama gue, makanya Sensei E akhirnya bilang mau pulang. setelah mereka meluncur ke kamar mau pamitan...gue meluncur ke kamar mandi terdekat.....nangis.

Mulai detik itu, pikiran gue berkecamuk. dan gue gak mungkin mengganggu dia dengan kegalauan gue, sementara bokapnya masih sakit...
Gue dianter pulang, pengen minta dia temenin gue sebentar. tapi dia gak bisa dan mau pergi jalan2 karena dia lagi seneng, bokapnya abis ngobrol sama dia. ditinggal, gue gak bisa ngapa2in, nangis lagi lah gue..dan gue malah ngebahas masalah tadi sama dia bia bbm. dan mulai awkward lah kita..mungkin karena akhirnya dia mikir juga kali sama masalah semalem.
Beberapa hari setelah itu, mungkin akhirnya kita berdua mulai mikir. mikir. dan mikir. sesuatu hal yang selama ini kami tutupi ato dipendam, dan digeser dengan keseharian hubungan kita.
Yang jujur, sebenernya gue lagi ngerasa deket banget sama dia, maupun keluarga dia. tapi itu gak berlangsung lama...

Mau gak mau, hal yang kita pendam itu harus kita keluarin. biarpun dengan sangat berat hati. sakit.
Maka pulanglah gue, kembali ke Bandung. dan gue keluarkan semuanya disana, perih tangis. But, I'm grateful for having friends. The console me, they make me stronger :)

Sooo, I guess I will end it up here. Tentang yang selanjutnya terjadi, mungkin kapan2 aja gue ceritain. ato mungkin gak perlu ada yang tau kelanjutannya. nanti makin ngalor ngidul.


Memory will fade but pain will stay.

No comments: